Tips Mencegah Korseleting Listrik Dirumah

0
1054

Di Indonesia, hampir 80% kasus kebakaran disebabkan hubungan singkat, atau yang kita kenal sebagai korsleting.
Korseleting terjadi karena adanya hubungan kawat positif dan negatif yang beraliran listrik. Hal ini disebabkan isolasi kabel rusak. Banyak penyebab mengapa isolasi kabel dapat rusak antara lain gigitan binatang, usia kabel yang tua, mutu kabel jelek dan penampang kabel terlalu kecil yang tidak sesuai dengan beban listrik yang mengalirinya.
Misalnya kabel untuk ukuran 12 ampere dialiri arus listrik 16 ampere, beban ampere yang bertambah bisa terjadi karena kabel tersebut dipakai untuk banyak peralatan listrik. Akibat yang terjadi adalah isolasi kabel menjadi panas. Suhu isolasi kabel dengan panas tinggi itu menyulut percikan api yang akan membakar isolasi.
Aliran listrik bisa saja terputus secara otomatis oleh sekering. Namun percikan api yang kadung terjadi kemungkinan besar akan menyebabkan kebakaran. Bisa ditebak kebakaran bakal terus merembet karena isolasi kabel terbuat dari karet yang mudah terbakar.
Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan instalasi listrik agar terhindar dari hubungan singkat.
Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik.
Gunakan pemutus arus listrik (sekering) yang sesuai dengan daya yang tersambung. Jangan lebih atau kurang.
Segera tutup atau ganti kabel-kabel listrik yang terkelupas atau dibiarkan terbuka.
Pastikan untuk menggunakan material listrik yang berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia).
Pangkas daun, ranting cabang pohon di depan rumah kita yang hampir maupun sudah menyentuh kabel jaringan listrik.
Gunakan listrik yang memang menjadi hak untuk rumah kita. Jangan pernah mencoba mencuri listrik, menghambat putaran KWh meter atau menggunakan listrik secara tidak sah.
Tips Merawat Instalasi Listrik di Rumah
Dalam penyambungan listrik, kabel yang terpasang di Tiang Jaringan Tegangan Rendah (JTR), kabel Sambungan Rumah (SR) sampai ke Alat Pembatas dan Pengukur (APP – terdiri dari KWH Meter dan MCB atau Mini Circulate Breaker) adalah asset milik PLN. Sedangkan rangkaian kabel yang terpasang sebagai Instalasi Listrik rumah/bangunan adalah asset milik pelanggan.
Tips berikut akan membantu Anda untuk ikut peduli dan turut memelihara Instalasi Listrik :
1. Pastikan Instalasi Listrik di rumah/bangunan milih Anda telah terpasang dengan tepat, benar dan aman serta menggunakan material listrik yang terjamin kualitasnya dan sesuai kapasitasnya.
2. Lakukan pemeriksaan rutin, minimal setahun sekali untuk memastikan apakah instalasi listrik msaih layak untuk digunakan atau perlu direhabilitasi.
3. Jika instalasi listrik telah terpasang lebih dari 5 (lima) tahun, sebaiknya perlu untuk direhabilitasi. Hal ini untuk menjaga agar instalasi listrik tetap layak dipergunakan dan mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
4. Pergunakan peralatan rumah tangga elektronik yang disesuaikan dengan daya tersambung dan kapasitas/kemampuan kabel instalasi listrik yang terpasang.
5. Jika ingin memasang, merehabilitasi atau memeriksa instalasi listrik, sebaiknya menggunakan jasa instalatir yang resmi terdaftar sebagai anggota AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia). Informasi tentang Instalatir Listrik dapat menghubungi kantor PLN terdekat.
Tips Mencegah Bahaya Listrik
1. Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik.
2. Gunakan pemutus arus listrik (Sekering) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi.
3. Kabel-kabel listrik yang terpasang di rumah jangan dibiarkan ada yang terkelupas atau dibiarkan terbuka.
4. Jauhkan sumber-sumber listrik seperti stop kontak, saklar dan kabel-kabel listrik dari jangkauan anak-anak.
5. Biasakan menggunakan material listrik, seperti kabel, saklar, stop kontak, steker (kontak tusuk) yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia) / LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) / SPLN (Standar PLN).
6. Pangkaslah pepohonan yang ada di halaman rumah jika sudah mendekati atau menyentuh jaringan listrik.
7. Hindari pemasangan antene televisi terlalu tinggi sehingga bisa mendekati atau menyentuk jaringan listrik.
8. Gunakan listrik yang memang haknya, jangan mencoba mencantol listrik, mengutak-atik KWH Meter atau menggunakan listrik secara tidak sah.
9. Biasakan bersikap hati-hati, waspada dan tidak ceroboh dalam menggunakan listrik.
10. Jangan bosan-bosan untuk mengingatkan anak-anak kita agar tidak bermain layang-layang di bawah/dekat jaringan listrik.
Bisa ditambahkan disini adalah pemasangan ELCB (earth leakage circuit breaker) yang sekarang telah banyak digantikan dengan GFI (ground fault interrupter) atau RCD (residual-current device). Piranti ini fungsinya untuk memutuskan hubungan apabila ada kebocoran arus listrik atau apabila ada orang yang tersengat listrik. Kebanyakan piranti ini dipasang di kamar mandi (stop kontak untuk hair dryer atau electric shaver/pencukur kumis) atau service room (tempat mesin cuci), yang pada umumnya memiliki lantai basah.
Selain daripada itu, apabila memiliki rumah baru maka lebih baik meminta untuk dipasang instalasi listrik dengan sistem 3 kabel. Karena ini akan memastikan bahwa peralatan listrik anda akan memiliki pembumian/grounding yang benar. Pernahkan anda terasa kesetrum ketika memegang lemari es? Ini kemungkinan karena instalasi listrik di rumah anda tidak memakai sistem GROUNDING.

(source: member)

LEAVE A REPLY