Tenun Baduy Lekat Tampil Memikat di JFW 2017

0
269

Sejak kemunculannya tiga tahun lalu, label Lekat yang digawangi Amanda Indah Lestari seakan mencuri perhatian dunia fesyen dengan cepat. Karya-karyanya yang mengolah kain tradisi menjadi tampak lebih modern menjadi salah satu ciri khasnya.

Hasil olahan tersebut makin mencuat ke publik ketika sejumlah selebriti atau pegiat film turut mengenakannya.

Tampil di hari ke-dua pekan peragaan busana Jakarta Fashion Week 2017, di Senayan City, Lekat kembali menyuguhkan koleksinya yang dengan mudah memikat hati.

Koleksi yang terdiri dari 15 busana tersebut didominasi warna lembut dengan kombinasi hitam, denim dan biru. Kali ini, Lekat mengolah kain tenun Baduy dalam blus, rok panjang, jumpsuit, jubah, yang dipadu padan sedemikian rupa.

“Saya ingin menjembatani yang tradisional dengan teknik fesyen modern,” ujar Amanda, disela-sela peragaan busana.

Dengan musik yang menghentak, koleksi kain tenun Baduy tersebut ditampilkan dengan nuansa yang riang. Selain dibawakan oleh model professional dari JFW, turut serta diramaikan oleh sejumlah selebriti seperti aktris Tara Basro dan sutradara Nia Dinata, serta aktor Rio Dewanto.

Kehadiran mereka dengan gaya yang kekinian makin menegaskan bahwa kain tenun Baduy yang kental tradisionalnya juga bisa tampil modern.

Koleksi kreatif

Malam itu, Lekat menjadi satu dari empat desainer dalam program Indonesia Fashion Forward (IFF) yang memeragakan koleksinya. Desainer lain yakni ada Yosafat Dwi Kurniawan, Byvelvet dan Friederich Herman.

e0

Yosafat menampilkan 11 busana rancangannya yang didominasi gaun untuk wanita dengan potongan yang sensual, dengan bagian terbuka di bagian kaki dan lengan.

Didominasi kombinasi warna hitam dan putih yang berkilauan, koleksi tersebut menjadikannya berkesan kekinian dan juga elegan.

Berbeda dengan koleksi Yosafat, Friederich Herman tampil mencolok dengan desain atasan serupa blazer denim, serta rok putih beraksen lipit dan motif. Padu padan atasan dengan berbagai potongan rok ini menjadikannya unik.

Friederich memberi aksesori kacamata untuk menegaskan pesan geek dalam koleksi rancangannya ini. Sekilas, rok-rok dengan berbagai motif itu cukup mencuri perhatian saat berjalan di atas catwalk.

Sementara, ByVelvet yang digawangi Yessi Kusuma dan Randy W Sastra menghadirkan koleksi busana wanita dengan layer atau menumpuk.

Kombinasi warna, seperti krem dan ungu, atau merah marun yang senada atasan dan celana, tanpa motif yang riuh membuatnya sederhana dan juga puitis di saat yang sama.

Empat desainer IFF malam itu cukup memberi kejutan dan peragaan busana yang berkesan di sepanjang perhelatan JFW 2017.

7ea922ee

Indonesia Fashion Forward

Lekat, Yosafat, ByVelvet dan Friederich merupakan empat dari sekitar 40 desainer Indonesia yang tergabung dalam program Indonesia Fashion Forward (IFF). Program ini merupakan inkubasi desainer muda hasil kerja sama Jakarta Fashion Week, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, dan British Council sejak 2012.

Pada masa inisiasinya di 2012 ada delapan desainer yang dipilih dalam program ini, yakni Albert Yanuar, Barli Asmara, Bretzel, Cotton Ink, Dian Pelangi, Jeffry Tan, Major Minor dan Yosafat Dwi Kurniawan.

Pada 2013, program ini berlanjut dengan terpilihnya 12 desainer, yakni 8Eri, Batik Chic, Friederich Herman, Jenahara, Lianna G, Milcah, Monday to Sunday, N.F.R.T, NurZahra, Tex Saverio, Toton, dan Vinora.

Di tahun berikutnya, IFF menambah daftar desainer dengan Etu, Norma Hauri, Billy Tjong, Patrick Owen, Sapto Djojokartiko, Andhita Siswandi, fbudi, jii, Monstore, Peggy Hartanto, Capital T, dan Rosalyn Citta.

Tahun lalu, sejumlah label mengukuhkan program ini semakin prestigious dengan bergabungnya I.K.Y.K, Shopatvelvet, Ria Miranda, D’Leia, Elly Han, Sean & Sheila, Anthony Bachtiar, Lekat, Lotuz, Alex[A]lexa.

Pada 2016, desainer yang dipilih yakni Rani Hatta, BYO, Day and Night, Paulina Katarina dan Bateeq.

(Source : CI, DS)

LEAVE A REPLY