Tak Hanya Gula, Daging Juga Picu Obesitas

0
157

Banyak riset yang mengesahkan gula sebagai salah satu faktor penting yang meningkatkan risiko obesitas. Kini, sebuah penelitian baru menunjukkan konsumsi daging ternyata berkontribusi seperti halnya gula meningkatkan prevalensi obesitas global.

Menurut para ilmuwan di University of Adelaide, lemak dan karbohidrat dapat memberi energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh, dan dicerna lebih cepat daripada protein.

Hal ini berarti energi yang tersimpan dalam daging digunakan setelahnya, atau jika lebih, dikonversi dan disimpan sebagai lemak dalam tubuh.

Melansir Independent, peningkatan penyimpanan daging dalam tubuh berkontribusi secara signifikan untuk ukuran pinggang global.

Mahasiswa strata tiga University of Adelaide, Wenpeng You meneliti kaitan antara gula dan daging secara global serta dampaknya pada tingkat obesitas di 170 negara. Ia pun menemukan korelasi kuat antara keduanya.

Setelah memperhitungkan perbedaan tiap negara, termasuk tingkat urbanisasi, aktivitas fisik dan asupan kalori, penelitian ini menemukan pengaruh daging di angka 13 persen pada tingkat obesitas, angka yang sama seperti gula.

“Ada dogma yang mengatakan bahwa lemak dan karbohidrat, terutama lemak, merupakan faktor utama penyebab obesitas,” kata You, melalui situs resmi University of Adelaide.

“Suka atau tidak, dalam diet modern lemak dan karbohidrat memasok energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini dikarenakan protein daging dicerna lebih lambat dari lemak dan karbohidrat. Itulah yang membuat energi yang diterima dari protein menjadi lebih, kemudian diubah dan disimpan sebagai lemak dalam tubuh manusia.

Berbeda dari penelitian sebelumnya yang menyatakan kaitan antara daging dan obesitas hanyalah pada lemak daging. Tapi, menurut You, protein dalam daging yang bertanggungjawab langsung.

Head of Biological Anthropology and Comparative Anatomy Research Unit, Professor Maciej Henneberg mengatakan bahwa temuannya cenderung kontroversial karena timnya menyatakan bahwa daging berkontribusi pada tingkat yang sama seperti gula, untuk prevalensi obesitas di seluruh dunia.

“Sementara kami percaya itu penting bahwa masyarakat harus waspada terhadap over-konsumsi gula dan beberapa lemak dalam diet mereka, berdasarkan temuan kami, kami percaya protein daging dalam makanan manusia juga berkontribusi secara signifikan terhadap obesitas,” katanya.

(Source : CI, DS)

LEAVE A REPLY