Senyum Mona Lisa untuk Kaum Tuna Netra

2
585
David Feldman (R) , vice president of the Mona Lisa Foundation, shows similarities on a painting attributed to Leonardo da Vinci and depicting Mona Lisa to his brother Stanley, an art historian, during a preview presentation in a vault in Geneva in this September 26, 2012 file photo. REUTERS/Denis Balibouse/Files

Tidak semua orang menganggap senyum Mona Lisa istimewa. Mereka yang tak bisa melihat, tentu tak bisa mengatakan betapa indah lukisan Leonardo da Vinci nan legendaris itu. Mereka bahkan sama sekali tidak bisa menikmati seni visual.

Namun sebentar lagi, menikmati lukisan bukan lagi sekadar mimpi bagi para tuna netra. Perusahaan berbasis seni di Finlandia meluncurkan kampanye Indiegogo yang didedikasikan untuk para tuna netra.

Diberitakan Independent, Unseen Art berniat mengkreasikan kembali lukisan-lukisan klasik, namun kali ini dalam bentuk tiga dimensi. Dengan demikian, para penyandang tuna netra jadi lebih bisa menikmati seni.

Tim Unseen Art juga menciptakan platform interaktif, di mana pengguna bisa berkontribusi terhadap seni tiga dimensi itu, juga mengunduhnya. Dengan demikian, orang bisa mencetaknya sendiri di rumah.

Dalam sebuah video promosi, Unseen Art memperlihatkan seorang tuna netra yang mencoba tiga dimensi Mona Lisa untuk pertama kali. “Ada sebuah ekspresi yang misterius di sini. Sedikit mengejutkan. Jari-jari saya sangat semangat,” katanya.

Unseen Art juga berencana membuka pameran untuk lukisan-lukisan klasik tiga dimensi. Sejauh ini, mengutip Independent, kampanye Indiegogo sudah mencapai total dana sebanyak US$30 ribu atau Rp414 juta.

(source: rsa/vga)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY