Satelit Telkom 1 Diduga Hancur di Orbit Geostasioner

0
34

Nasib satelit Telkom 1 yang keberadaannya belum diketahui mulai menemukan titik terang. Hasil pelacakan dari perusahaan Amerika Serikat memperlihatkan satelit Telkom 1 ‘terkapar’ di orbit geostasioner.

Melansir dari lamanĀ ArsTechnica, ExoAnalytic menemukan jejak Telkom 1 lewat salah satu teleskop optik. Data yang terkumpul kemudian mereka olah melalui algoritma dan hasilnya teleskop optik di Australia Timur menemukan Telkom 1 dalam keadaan hancur.

Video yang disertakan di laman tersebut menunjukkan objek angkasa yang diduga Telkom 1 seperti mengalami ledakan dan melepaskan fragmennya.

Orbit geostasioner disebut sudah seperti ‘kuburan’ bagi objek antariksa. Tak hanya bangkai satelit, di sana juga tempat ditemukannya puing objek antariksa lain.

Untuk menemukan Telkom 1, ExoAnalytic disebut melacak hampir 2.000 objek di orbit geostasioner. Beberapa di antaranya berukuran sangat kecil sekitar 20cm.

“Di orbit geostasioner ada banyak pecahan objek tak dikenal yang tak diumumkan ke publik. Saya tak tahu apakah ada yang tahu populasi sebenarnya di sana, apakah ini (Telkom 1) tambahan yang signifikan,” ujar CEO ExoAnalytic Doug Hendrix kepada ArsTechnica.

Kuburan bagi objek antariksa sebenarnya berada di atas orbit geostasioner. Di sana lah operator satelit biasa menggeser satelitnya agar tak mengotori orbit geostasioner.

Namun belakangan orbit stasioner seakan jadi tempat menakutkan bagi satelit. Dua bulan sebelumnya, ArsTechnica melaporkan satelit AMC-9 asal Luksemburg juga mengalami nasib yang sama di geostasioner.

Orbit Geostasioner adalah orbit geosinkron yang berada tepat di atas ekuator Bumi (garis lintang 0 derajat), dengan eksentrisitas orbital sama dengan nol. Secara geometri orbit ini mempunyai setengah sumbu utama (semimajor axis) yang panjangnya 42164.17 km.

Kendati demikian, temuan ExoAnalytic ini masih bersifat sementara. Tak tertutup kemungkinan satelit yang ditemukan tersebut bisa saja objek angkasa lain.

“Terlihat di sana banyak sekali material reflektif yang muncul dari wahana antariksa,” ucap Hendrix. “Mereka bisa saja ternyata panel surya, bahan bakar atau pecahan objek antariksa lain. Kita belum tahu yang sebenarnya.”

(Source : CI, DS)

LEAVE A REPLY