Putra Eks Satpam yang Jadi Presiden Gambia Tewas Digigit Anjing

0
318

Tak mudah bagi Adama Barrow menuju kursi Presiden Gambia yang menjadi haknya sebagai pemenang pemilu. Ia menghadapi penentangan sengit dari pemimpin petahana Yahya Jammeh. Kini, hal menyedihkan menimpanya.

Seperti dikutip dari BBC, Selasa (17/1/2017), putranya yang baru berusia 8 tahun meninggal dunia setelah digigit anjing pada Minggu 15 Januari 2017.

Habibu Barrow, nama bocah itu, dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit di Manjai, yang tak jauh dari ibukota Gambia, Banjul.

“Putra presiden terpilih Barrow, Habibu meninggal dunia kemarin malam (Minggu) setelah digigit anjing,” kata sumber dari pihak keluarga seperti dikutip dari situs ENCA.

Tak ada penjelasan rinci soal kejadian yang menimpa anak kelima Barrow itu.

Almarhum dimakamkan di Kanifing, pinggiran kota Banjul yang dilangsungkan Senin 16 Januari 2017. Pemakaman dihadiri ratusan pelayat.

Sayangnya, Barrow tak bisa menghadiri pemakaman putranya itu. Ia disarankan tetap berada di Senegal demi keamanannya.

Barrow memenangkan pemilu tahun lalu, namun Presiden Yahya Jammeh menolak hasil tersebut dan tak rela lengser dari jabatannya.

Organisasi regional, Economic Community Of West African States (ECOWAS) memintanya tetap berada di Senegal hingga Kamis, saat yang dijadwalkan untuk pelantikannya. Lembaga tersebut juga sedang mempertimbangkan intervensi militer untuk memaksa Jammeh meninggalkan jabatannya.

Jammeh meminta Mahkamah Agung untuk membatalkan pelantikan Barrow — permintaan yang ditepis Ketua MA.

Seperti dikutip dari Guardian, dari Senegal, Barrow mengeluarkan pernyataan. Dengan tegas ia mengatakan akan dilantik “di tanah Gambia” pada hari Kamis 19 Januari 2017.

“Kemudian ia akan bekerja membalikkan¬†kerusakan serius yang disebabkan oleh 22 tahun pemerintahan (Jammeh) yang tak bekerja”, ujar juru bicaranya.

Eks Satpam yang Jadi Presiden

Adama Barrow adalah seorang pengusaha properti. Ia merupakan nama yang cukup baru di perpolitikan Gambia. Dirinya lahir di desa kecil dekat Kota Basse di 1965.

Pada awal 2000-an, Barrow memutuskan pindah ke London. Di Ibukota Inggris tersebut ia bekerja sebagai satpam di supermarket Argos.

Ia kembali ke Gambia pada 2006. Mulai tahun itu hingga sekarang, Barrow membangun bisnis propertinya.

Pada 2016, Barrow memberanikan diri melawan Jammeh di Pemilu Gambia. Dengan sokongan 6 partai oposisi, akhirnya pria 51 tahun tersebut berhasil mengalahkan Jammeh.

Menurut surat kabar Gambia, The Point, Barrow adalah seorang muslim taat. Ia dilaporkan menikah dengan dua istri dan memiliki lima anak.

Semenjak berkuasa di Gambia melalui suatu kudeta pada 1994, Presiden Jammeh memerintah negeri dengan tangan besi disertai sikap sikap represif dan diduga tak segan untuk menginisiasi suatu pembunuhan.

Pemimpin yang minta dipanggil sebagai “Yang Mulia” ini diketahui pernah menembaki para pengunjuk rasa damai.

Ia bahkan pernah mengeluarkan tuntutan kepada para homoseksual agar meninggalkan negeri dalam waktu 24 jam atau dipenggal.

(Source : L6, DS)

LEAVE A REPLY