Program 35.000 MW hanya mencapai kemajuan 3,8 persen (%)

0
118

Pemerintah mengungkapkan bahwa kemajuan program pengadaan listrik 35.000 megawatt (MW) utamanya hanya mencapai 3,8 persen mulai 1 Februari sejak diluncurkan pada Mei 2015.
Presiden Joko “Jokowi” Administrasi Widodo pada awalnya merencanakan untuk mengembangkan pembangkit listrik dengan kapasitas gabungan 35.847 MW pada tahun 2019, lebih dari 75 persennya akan dibangun oleh produsen listrik swasta (independent power producer / IPPs), sedangkan sisanya akan menjadi tanggung jawab listrik negara perusahaan PLN.

 

Namun, juru bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Agung Pribadi mengatakan, angka tersebut mengindikasikan pergerakan ke depan di sektor kelistrikan, terutama mengingat bahwa hanya 1.061 MW pabrik yang mulai beroperasi pada November tahun lalu.
“Kenaikan tersebut bisa terjadi karena adanya dukungan dari PLN dan IPP,” kata Agung akhir pekan lalu.
PLN sebelumnya menyatakan bahwa hanya 22.000 MW tanaman di bawah program unggulan yang akan beroperasi pada 2019.

Hal ini dipicu oleh, antara lain, pertumbuhan penjualan listrik PLN yang lamban hanya sekitar 4 persen sepanjang tahun lalu, jauh di bawah perkiraan awal sebesar 8,3 persen. Selanjutnya, perusahaan utilitas tersebut terpaksa menunda tanggal operasi komersial dari sejumlah besar proyek pembangkit listrik di program 35.000 MW.

(Source: jktp)

LEAVE A REPLY