Prinsip dasar kerja Heat Exchanger dalam berbagai aplikasi sistem Enjineering

0
238

Heat Exchanger atau sering kita sebut Alat Penukar Panas merupakan alat yang berfungsi untuk memindahkan energi panas antara dua atau lebih fluida dan terjadi pada temperatur yang berbeda antara fluida, dimana fluida tersebut ada yang bertindak sebagai fluida panas (hot fluid) dan yang lain bertindak sebagai fluida dingin (cold fluid).

Heat Exchanger dapat digunakan sebagai pemanas (regenerator) maupun sebagai pendingin (recuperator) tergantung pada tinjauan perpindahan panas yang terjadi. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak akan terlepas pada alat ini baik dari skala kecil, seperti: AC (Air Conditioner) maupun skala besar, seperti: Powerplant. Jenis heat Exchanger sangat bervariasi dan dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa tinjauan antara lain:

> Proses Perpindahan
> Jumlah Fluida Kerja
> Desain Konstruksi
> Bidang Kontak Perpindahan Panas
> Arah Aliran Fluida

Untuk penjelasan lebih detail terkait jenis-jenis Heat Exchanger berdasarkan tinjauan di atas mari kita lihat penjelasan berikut.

HEAT EXCHANGER BERDASARKAN PROSES PERPINDAHAN
Berdasarkan proses perpindahannya heat exchanger dapat dibagi menjadi dua, yaitu: direct contact dan indirect contact. Direct contact heat exchanger merupakan heat exchanger dimana perpindahan panas antara fluida panas dan fluida dingin langsung terjadi kontak atau tanpa ada pembatas. Sebaliknya untuk Indirect heat Exchanger, perpindahan panas antara kedua fluida dibatasi oleh suatu dinding pembatas.

Gambar-1-Direct-HE-vs-Indirect-HE

HEAT EXCHANGER BERDASARKAN JUMLAH FLUIDA KERJA
Berdasarkan jumlah fluida kerjanya, heat exchanger dapat dibagi menjadi dua fluida, tiga fuida dan N-fluida (N>3). Sesuai dengan tinjauannya yang ditinjau merupakan jumlah fluida kerjanya saja, namun harus sesuai dengan konsep dasar heat exchanger, yaitu harus ada yang bertindak sebagi fluida panas dan fluida dingin dan untuk jumlah sesuai dengan desain. Pada umumnya terdapat dua fluida kerja pada heat exchanger baik untuk proses pemanasan, pendinginan, penambahan panas maupun penyerapan panas. Untuk penggunaan fluida kerja yang lebih dari dua fluida biasanya di-aplikasikan pada industri yang menggunakan proses kimia seperti proses penghilangan kandungan nitrogen dari bahan baku gas alam.

Gambar-2-Heat-Exchanger-3-fluida

HEAT EXCHANGER BERDASARKAN ALIRAN FLUIDA
Ditinjau dari aliran fluida yang mengalir di dalam heat exchanger, heat exchanger dapat dikelompokkan menjadi single pass dan multi pass heat exchanger. Heat exchanger dapat disebut single pass heat exchanger ketika suatu fluida tepat mengalir hanya satu kali di dalam heat exchanger tersebut. Sedangkan dikatakan multi-pass apabila fluida mengalir lebih dari satu kali di dalam sebuah heat exchanger. Untuk single pass heat exchanger terdapat dua jenis arah aliranya itu counter flow dan parallel flow.

(source member)

LEAVE A REPLY