Penulis ‘The Big Short’ Buktikan ‘Whitewashing’ di Hollywood

0
40

Michael Lewis tidak asing dengan dunia perfilman maupun perbukuan. Sudah tak terhitung bukunya yang diangkat ke layar lebar. The Big Shortsampai Moneyball, dia sumbernya.

Namun Lewis sadar ada satu bukunya yang sampai kapan pun tidak akan mungkin bisa menembus dunia perfilman Hollywood. Buku itu diterbitkan pada 2014, berjudul Flash Boys: A Wall Street Revolt. Padahal, Hollywood sebenarnya sudah ingin mengambil ide buku itu.

Masalahnya, kata Lewis seperti dikutip dari Time, pemeran utama cerita itu orang Asia.

“Sekarang [kemungkinan buku itu menjadi film] sudah hampir berakhir,” kata Lewis dalam sebuah forum di National Book Festival di Washington DC, beberapa waktu lalu.

“Masalahnya terungkap di surat elektronik Sony yang diretas. Ada beberapa surat elektronik yang saling berbalas tentang bagaimana mustahilnya membuat film dengan karakter utama seorang Asia. Masalah [dalam buku ini] adalah Brad Katsuyama,” ujar Lewis.

Katsuyama merupakan karakter utama di buku Lewis, seorang CEO IEX. Ia bersama sekelompok pekerja Wall Street mengungkap praktik jual beli saham tingkat tinggi yang kontroversial.

“Mereka [sineas Hollywood] ada pada titik di mana mereka gugup soal membuat orang Asia dimainkan seorang kulit putih,” kata Lewis. Menurutnya, kondisi berbeda dengan masa lalu.

“Berdekade-dekade lalu, mereka tidak akan [khawatir]. Mereka akan langsung melakukannya [membiarkan karakter Asia dimainkan orang kulit putih],” ia melanjutkan.

Tapi sekarang, bisa-bisa mereka dituding ‘whitewashing,’ seperti yang baru-baru ini terjadi pada Hellboy. Apalagi, kata Lewis, mereka tak menemukan aktor Asia yang bagus.

“Saya pikir itu gila,” ia berkomentar.

Sejak pertama dirilis pada 2014, Flash Boys sebenarnya sudah niat dijadikan film. Aaron Sorkin pernah diminta menuliskan naskah filmnya. Namun, sejak itu pula proyek film itu ‘dibekukan.’ Bukan karena kasusnya yang kontroversial, melainkan aktor utamanya.

Beberapa film Hollywood yang dituding whitewashing karena mengganti karakter Asia dengan aktor atau aktris barat, termasuk Aloha, Doctor Strange dan Ghost in the Shell.

Hellboy yang belakangan diributkan pun demikian. Ed Skrein, salah satu aktornya, sampai mundur karena faktanya ia diminta memainkan karakter keturunan Jepang. Padahal ia sendiri tak berdarah Asia. Mundurnya Skrein dari film pun mendapat pujian banyak pihak.

(Source : CI, DS)

LEAVE A REPLY