Pada minggu lalu tepatnya hari Jumat pagi tanggal 2 Februari 2018 Pelindo 1 melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) / Nota Kesepakatan dengan pihak perusahaan investor lokal yang bernama PT. Toba Nauli Investama dan PT. DCI untuk pengadaan listrik di dalam kawasan pelabuhan komersial dan industrial daerah Sumatera Utara dengan total penyediaan listrik sebanyak 5000 MW.

Mereka sudah menetapkan teknologi pembangkit listrik bertenaga gas turbin dengan rancangan mobile power plant, yang mudah ditempatkan dimana saja dalam pemasangan dan pengoperasian di dalam kawasan bisnisnya. Teknologi pembangkit listrik ini sudah diputus dari evaluasi mereka untuk menggunakan Teknologi Aerodeivative Gas Turbine dari Pratt & Whitney dengan tipe: FT8 Mobilepac untuk pemasangan tahap pertama 500MW di dalam pelabuhan komersial pelindo 1 Belawan – Medan.

Target rencana mereka akan selesai pemasangan tahap pertama 500MW ini pada akhir tahun 2018 dan menurut informasi mereka , pihak PW Power System – USA (Pratt & Whitney) siap untuk menyediakan jenis gas turbine tipe tersebut.

Pada saat selesai penandatangan MoU , Pak Syahputra Sembiring (Direktur Bisnis Pelindo 1) mengatakan bahwa pada saat ini pelabuhan komersial mereka di Belawan – Medan mengalami kesusahan mendapatkan listrik untuk alat-alat bongkar muat, interseluler transportasi dan gudang-gudang penumpukan sebagai penunjang bisnis mereka di pelabuhan dan juga berkembangnya tenant-tenant mereka di kawasan industrial pelabuhan, karena pasokan listrik dari PLN kurang memadai pada saat ini. Beliau juga mengatakan ditempat pelabuhan komersial Kuala tanjung – Medan juga mengalami hal yang sama, untuk itu mereka berinisiatif melakukan pengadaan kelistrikan mandiri demi menujukan pengembangan kualitas pelabuhan komersial bertaraf internasional yang bisa berkompetisi dengan negara tetangga kita seperti Singapore dan Malaysia.

(source:tnidci)

LEAVE A REPLY