Organisasi Freemason Inggris protes karena merasa didiskriminasi

0
142

Freemason, sebuah organisasi sosial, memasang iklan satu halaman penuh di beberapa surat kabar Inggris, menyerukan diakhirinya ‘diskriminasi’ terhadap para anggota mereka.

United Grand Lodge of England (UGLE) mengatakan bahwa mereka menyambut setiap individu dari semua lapisan masyarakat, namun di sisi lain para anggota mereka ‘distigmatisasi secara tidak patut.’

Mereka menyebut telah mengadu kepada Komisi Kesetaraan dan Hak Asasi Manusia Inggris.

Sebuah laporan terbaru di media mempertanyakan pengaruh Freemason di kepolisian dan di parlemen.

Dalam sebuah iklan yang dimuat di Times, Daily Telegraph and Guardian, badan tertinggi Freemason itu mengeluhkan ‘kekeliruan besar’ dalam penggambaran para anggotanya.

Iklan berjudul “Cukuplah Sudah” itu, pimpinan tertinggi Freemason, Dr David Staples mengatakan bahwa organisasi tersebut mengumpulkan dana lebih dari £33 Mil (hampir Rp600 miliar) tahun lalu untuk berbagai program amal dan kemanusiaan.

Dia menegaskan bahwa orang-orang dari berbagai ras, kepercayaan, usia, kelas sosial atau haluan politik diterima di organisasi berusia 300 tahun itu.

United Grand Lodge of England sejauh ini dibatasi keanggotaannya hanya untuk kaum pria, meskipun ada pula lodge atau pondok khusus perempuan.

(Source:BBC/G)

LEAVE A REPLY