NASA Siapkan Pesawat Khusus Pengangkut Sampah Antariksa

0
34

Sebuah wahana antariksa dua dimensi tengah disiapkan NASA untuk mengangkut sampah-sampah di luar angkasa dan mengembalikannya ke Bumi.Tumpukan sampah antariksa menjadi perhatian khusus bagi Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA). Kekhawatiran mengenai ancaman tabrakan di luar angkasa mendorong NASA membuat wahana antariksa khusus.

NASA dikabarkan merogoh kocek 250 ribu dolar AS atau sekira 3,3 miliar rupiah untuk meluncurkan sebuah wahana antariksa bernama CubeSat 3U. Sementara untuk menyingkirkan sampah antariksa, kabarnya diperlukan biaya sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar 13.3 triliun rupiah untuk menghilangkan 4.000 potongan sampah di luar angkasa.

Sampah luar angkasa ini adalah sisa-sisa perangkat dari eksplorasi luar angkasa manusia selama bertahun-tahun. Baik berupa pendorong roket yang dilepaskan di atmosfer atau pecahan satelit yang hancur. Sampah-sampah ini juga mengancam keamanan benda ruang angkasa lain yang beredar di atmosfer, satelit misalnya.

Aerospace sebagai produsen wahana antariksa berharap bisa menyelesaikan pesawat luar angkasa bermanuver yang bertenaga surya bernama Brane Craft.

Ilmuwan senior The Aerospace Corporation Siegfried Janson, menyulap sebuah konsep Aerospace berupa unit pembersih sampah yang sangat tipis. Ketebalanmua tak lebih dari sehelai rambut dan ukurannya tidak sampai 1 meter persegi.

Unit tersebut akan dikirimkan mencapai Orbit Bumi rendah (LEO) dan diarahkan menuju puing-puing sampah. Setelah itu, Brane Craft akan membungkus puing sampah, kemudian menariknya mendekat ke atmosfer. Brane Craft nantinya akan terbakar bersama dengan sampah yang telah ditangkapnya. 

Dalam lembaran tipis tersebut terdapat penggerak atau ‘otot’ yang terbuat dari polimer. Brane Craft ini terbentuk dari lapisan sel surya dan elektronika yang memiliki bobot ringan untuk menjelajah antariksa dan membersihkan sampah dengan mudah.

Mengutip Digital Trends, NASA memperkirakan sejauh ini ada sekitar 500.000 puing-puing sampah yang berputar di sekitar Bumi. Puing-puing ini diketahui telah lebih dari setengah abad mengorbit di orbit bumi rendah (LEO).

Selain dikhawatirkan bisa memicu tabrakan antar benda langit, sampah-sampah ini juga berisiko serius bagi kehidupan manusia di Bumi.

Mengingat puing-puing ini mengorbit dengan kecepatan 17.500 mil per jam, berputar di sekitar Bumi.

LEAVE A REPLY