Mengukur Kemanjuran Es untuk Tangani Keseleo

0
409

Penanganan pertama pada kaki yang terkilir atau keseleo seringkali dilakukan dengan mengistirahatkan tubuh, mencari es, mengompres bagian yang terkilir dan menggantungkan kaki di tempat yang lebih tinggi dari lantai atau tanah.

Pada tahun 1978, cara yang dipopulerkan oleh seorang dokter bernama Gabe Mirkin, membuat cara tersebut menjadi rekomendasi standar untuk menangani kecelakaan saat berolahraga.

Namun belakangan ini ada beberapa perdebatan mengenai empat langkah tersebut. Perbedaan pendapat tentang cara tepat untuk menangani keseleo telah dimulai setelah pada tahun 2013 sebuah studi dilakukan oleh National Athletic Trainer’s Association.

Mereka menilai, penanganan menggunakan es pada bagian tubuh yang terpelecok diragukan kebenarannya.

Baru-baru ini, Mirkin pun telah mengubah pemikirannya tentang penggunaan es yang pernah diungkapkannya. Hal itu terjadi setelah dilakukan riset yang menunjukkan bahwa menggunakan kompres es memotong pasokan darah.

Seperti dikutip Fox News, Mirkin mengatakan kepada Consumer Reports on Health, saat ini dia malah meyakini bahwa es tidak langsung menyembuhkan, namun hanya menunda sakit.

Lantas, mana yang lebih baik, menggunakan kompres es atau tidak?

Perkumpulan dokter bedah ortopedi (The American Academy of Orthopaedic Surgeons dan American Orthopaedic Foot dan Ankle Society) mengulik kembali tentang empat tahap yang dibuat oleh Mirkin. Ternyata empat cara utama menangani keseleo dengan kompres es masih banyak diyakini sebagai cara yang ampuh.

Wakil Divisi Penangan Medis Olahraga yang juga seorang profesor beda ortopedi di Mount Sinai School of Medicine, New York, James Gladstone mengatakan hingga saat ini hal pertama yang dilakukan oleh seorang pelatih ketika menangani atlet yang terkilir adalah dengan memberikan kompres es pada daerah luka.

Menurutnya, es membantu membuat luka mati rasa dan mengurangi pembengkakan oleh konstriksi pembuluh darah. “Anda masih mendapatkan respon inflamasi yang cukup, meski dengan es, untuk memulai penyembuhan,” katanya.

Jika penggunaan es dapat mengurangi bengkak, menurut Gladstone, maka besar kemungkinan hal itu juga dapat membantu memobilisasi sendi seperti sedia kala.

Hal senada juga diungkapkan oleh asisten profesor bedah ortopedi di University of California, Andrew Hsu. Dia merekomendasikan penggunaan es untuk pasiennya yang mengalami keseleo. Kompres es diberikan setiap dua hingga tiga jam sekali selama tiga hingga empat hari.

“Jangan taruh es langsung ke kulit. Gunakan kain tipis seperti sarung bantal yang dapat memisahkan antara es dengan kulit yang mengalami luka atau bengkak. Dan jangan mengompres es lebih dari 20 menit untuk menghindari radang dingin,” ujarnya.

(Source : CI, DS)

LEAVE A REPLY