Mengenal sebutan ATEX dalam perlakuan pembangunan proyek

0
96

ATEX adalah istilah keselamatan kerja yang menitik beratkan perhatian terhadap potensi terjadinya peledakan di tempat kerja, ATEX diciptakan sebagai upaya melindungi terjadinya kecelakan tehadap pekerja, alat kerja dan lingkungan kerja. Diambil dari namanya ATEX adalah singkatan dari Atmosphere Explosion , maksudnya yang diurusin sama ATEX adalah kondisi atmosphere ditempat kerja dalam hubungan nya dengan kemungkinan akan terjadi peledakan. Banyak tempat kerja yang memiliki potensi meledak akibat adanya bahan mudah terbakar seperti gas hydrocarbon di pabrik petrokimia, atau debu organic seperti debu mining, atau uap mudah terbakar dari cat pada pabrik pengecatan mobil. Tempat kerja dalam kondisi atmosphere yang dimaksud yaitu keadaan lingkungan kerja di alam terbuka dengan temperature ambient antara -20 ° C hingga 40 ° C dan tekanan 0,8-1,1 bar. Alat yang dipakai ATEX dalam mengontrol keamanan atmosphere tersebut yaitu berupa pedoman yang disebut ATEX DIRECTIVE. Ada 2 pedoman yang dikeluarkan ATEX , yang keduanya saling berkaitan, yaitu:
1. Directive 99/92 / EC (juga dikenal sebagai ‘ATEX 137′ atau ”the ATEX Workplace Directive’) pedoman yang
mengarahkan perusahaan atau pemilik perusahaan dalam menentukan klasifikasi tempat kerja, berkaitan dengan potensi peledakan yang di sebabkan oleh subtansi berbahaya, bisa berupa gas, uap, kabut atau debu. Pedoman ini secara resmi di akui di uni eropa dan diterapkan pula pada perusahan2 di luar uni eropa.
2. Directive 94/9 / EC (juga dikenal sebagai ‘ATEX 95’ atau ‘ATEX Equipment Directive’)
pedoman dalam mengevaluasi klasifikasi peralatan atau perangkat pelindung yang akan digunakan di atmosphere yang berpotensi akan ledakan. Tim ATEX mempunyai kewenangan dalam menentukan klasifikasi alat berkaitan dengan potensi ledakan. Kewenangan ATEX dalam hal ini diakui secara hukum di negara uni eropa kemudian diikuti pula oleh negara2 diluar uni eropa . peralatan listrik atau mekanik yang akan dipakai di atmosphere dengan potensi ledak harus didaftarkan ke badan inspeksi ATEX, untuk kemudian akan diberi nomor registrasi. Pada setiap alat yang terdafdar pada ATEX kemudian akan di berikan identifikasi sesuai sengan klasifikasinya, selain tentu saja nomor pendafataran alat di ATEX juga akan dicantumkan pada alat tersebut, dibawah ini adalah contoh name plate sebuah alat yang memiliki identifikasi ATEX. Pedoman ATEX dalam menentukan klasifikasi atas lingkungan tempat kerja berbahaya ( hazardous area) serta klasifikasi terhadap perangkat yang dipakai di hazardous area di terangkan dengan terperinci dalam ulasan dibawah ini:

(Source:scrb)

LEAVE A REPLY