Kejutan Gabbiadini Kalah oleh Kedewaan Ibrahimovic

0
79

Zlatan Ibrahimovic tak ingin menjadi raja di Old Trafford seperti Eric Cantona. Ia ingin menjadi dewa di Old Trafford. Itulah pernyataan yang terlontar dari pemain veteran asal Swedia itu menanggapi komentar Cantona tentang dirinya saat baru bergabung dengan MU di musim panas tahun lalu.

Sebagai seorang dewa, Ibrahimovic setidaknya telah menunjukkan hal tersebut pada laga yang berlangsung di tengah pekan ke-26 Liga Inggris, Minggu (26/2).

Ibrahimovic dkk tak memainkan laga lanjutan Liga Inggris–yang seharusnya pada pekan ini melakoni derby Manchester. Ibrahimovic dkk berjuang di Stadion Wembley untuk merebut supremasi kejuaraan sampingan domestik, yakni Piala Liga.

Lawannya di partai puncak itu adalah Southampton yang sukses menyingkirkan Liverpool di babak semifinal.

Ibra sukses menggetarkan penikmat sepak bola sejagat kala tendangan bebasnya sukses menembus gawang Southampton di babak pertama. Pada menit ke-19, MU menerima hadiah tendangan bebas yang mengarah langsung ke gawang.

Jaraknya sekitar 22 meter dari titik bola diletakkan hingga ke garis gawang yang dikawal Fraser Forster. Ibra didampingi Paul Pogba siap-siap untuk mengeksekusi bola, sementara barisan pertahanan Southampton membangun pagar betis.

Ada lima pemain Southampton yang diarahkan Forster untuk membangun pagar betis. Ibra pun melepaskan tembakan dengan kaki kanannya mengarah lurus ke gawang.

Kebetulan?

Dari lima pemain Southampton yang menjadi pagar betis hanya Maya Yoshida yang tak melompat. Bola tembakan Ibra pun melewati bek asal Jepang itu lalu menjebol gawang Forster. Yoshida seperti tertunduk ketika beradu pandang dengan tatapan ‘dewa’ Ibra yang menurunkan titahnya.

Singkat kata, Ibra pun memberikan selamat kepada juniornya, Jesse Lingard yang menggandakan keunggulan MU jadi 2-0.

Tapi, publik kerajaan Setan Merah tak bisa yakin juara dulu. Pasalnya, prajurit Romawi yang didatangkan ke Southampton, Manolo Gabbiadini, membuat kejutan dan mampu menyamai kedudukan. David De Gea yang biasanya tangguh di bawah mistar gawang MU pun hanya bisa bengong ketika Gabbiadini mencetak dua gol penyeimbang.

Lagi-lagi kehadiran sang Dewa memberikan peruntungan terbaik bagi skuat MU. Ibra yang kini berusia 35 tahun itu ikut turun membantu pertahanan. Salah satunya adalah saat dirinya mementahkan peluang emas Southampton di menit ke-84.

Dan, Ibra pun menjadi pahlawan serta dewa kemenangan sejati bagi publik Setan Merah. Memasuki menit ke-87 penyerang veteran asal Swedia itu berhasil menyambut umpan silang Ander Herrera di depan gawang Southampton.

Sundulan keras Ibra pun tak bisa dihalau Fraser Forster. Tandukannya itu menjadi gol terakhir, sekaligus penanda keberhasilan MU menjuarai Piala Liga.

Kejutan Gabbiadini tak bisa mengalahkan “Kedewaan” Ibrahimovic. Dan, layaknya dewa yang mengetahui masa depan, Ibra pun sesumbar ia dan MU bakal memenangkan trofi di tahun pertamanya pindah dari Paris Saint-Germain.

“Inilah yang saya prediksikan. segalanya saya pikir akan terjadi. satu-satunya hal adalah yang lain tak bisa melihatnya. Dan saya datang kemarin untuk menunjukkan kepada mereka apa yang saya lihat dan apa yang saya lakukan,” ujar Ibra kepada Sky Sports usai laga final MU versus Southampton.

“Inilah alasan saya datang, saya datang untuk menang dan saya adalah pemenang,” sambung Ibra.

Ditambah trofi Piala Liga, Ibra kini telah mengoleksi 32 trofi sepanjang kariernya. Jumlah itu masih bisa bertambah karena MU masih berkompetisi di Liga Europa dan Piala FA–setidaknya lupakan Liga Inggris karena jarak poin yang terpaut jauh dari pemuncak klasemen, Chelsea.

(Source : CI, DS)

LEAVE A REPLY