Kehidupan Rahasia di Colosseum pada Abad Pertengahan

0
154

Selama ini Colosseum di Roma hanya dianggap sebagai monumen atau bangunan bersejarah. Sementara cerita di balik bangunan kuno nan megah itu masih belum terungkap. Namun baru-baru ini para arkeolog mulai menemukan titik terang sejarah Colosseum.

Hasilnya, digelar sebagai pameran pengungkap sejarah tersembunyi Colosseum setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi. Dalam pameran itu diketahui, pada abad pertengahan di Colosseum ternyata terdapat benteng hingga rumah jagal untuk hewan.

“Jutaan wisatawan datang ke sini setiap tahun untuk belajar tentang masa Romawi, tetapi mereka memiliki sedikit gagasan tentang bagaimana Colosseum digunakan selama abad pertengahan,” kata salah satu kurator pameran The Colosseum-An Icon, Riccardo Santangeli Valenzani, seperti dilansir Telegraph.

“Pameran ini menceritakan sejarah dengan menelusuri kembali kehidupan yang panjang dan intens selama berabad-abad,” kata kurator itu.

Pada masa kejayaan Romawi, di amfiteater besar Colosseum digelar kontes gladiator dan pentunjukan lain. Kegiatan itu berhenti setelah abad ke-enam karena runtuhnya Kekaisaran Romawi. Arena itu pun secara bertahap digunakan untuk kegiatan lain selama berabad-abad.

Pada abad ke-12 keluarga kuat baron, Frangipane menguasai Colosseum dan membangun sebuah benteng di sisi selatan. Jalan yang dibangun di tingkat atas amfiteater itu memungkinkan tentara klannya memantau pasukan musuh. Frangipane saat itu berperang dengan keluarga lain dari bangsawan Romawi, Annibaldi.

Namun Direktur Colosseum Rossela Rea mengatakan, benteng yang dibangun di amfiteater Romawi dari blok batu itu pun tidak bertahan lama. “Sebagian besar runtuh saat gempa bumi yang melanda Roma pada 1349,” kata Rea.

Meskipun rusak parah oleh gempa bumi dan batunya dirampok, Colosseum di Abad Pertengahan ternyata dijadikan tempat tinggal. Ada ‘permukiman padat penduduk’ di sana. Bukan sekadar rumah tinggal, ada pula bengkel, gudang dan kandang yang dibangun di sisa-sisa reruntuhan.

Bahkan ada kios dan rumah pemotongan hewan, yang terlihat dari temuan tengkorak domba jantan dan rusuk lembu di situs itu.

Gereja juga dibangun di sekitar arena raksasa di periode awal abad pertengahan. Sedangkan bagian luar monumen itu dipenuhi oleh 400 spesies tumbuhan, semak, lumut, dan tanaman merambat.

Di bengkel, para pekerja memintal wol dan tulang hewan untuk dibentuk menjadi ornamen dan perhiasan. Salah satunya gigi beruang yang digunakan sebagai liontin yang dipamerkan dalam pameran itu.

“Itu adalah mikrokosmos dari Roma di periode abad pertengahan,” kata Santangeli Valenzani. “Untuk pertama kalinya kita mendapatkan ‘pencerahan’ untuk hal yang jarang diketahui sejarahnya ini,” ia melanjutkan.

Pameran itu bisa dilihat di Colosseum hingga Januari tahun depan.

(Source : CI, DS)

LEAVE A REPLY