Jaguar Bawa I-Pace Jika Regulasi Mendukung

0
54

Rencana pemerintah terkait kendaraan roda empat berbasis listrik membuat sebagian pabrikan otomotif mulai merancang rencana jangka panjang membawa mobil listrik ke pasar Indonesia.

Setelah BMW lewat i3 dan Nissan dengan e-Power, kini distributor Jaguar di Indonesia berencana membawa kendaraaan listrik jenis sport utility vehicle (SUV, Jaguar I-Pace, pada 2019.

Chief Operating Officer Wahana Auto Ekamarga (WAE) Roland Staehler mengatakan, rencana pihaknya itu masih memerlukan dukungan nyata dari pemerintah.

“Untuk Indonesia kalau ada regulasi untuk membantu kami membuat mobil ini menjadi lebih atraktif di pasar,” kata Staehler baru-baru ini di Jakarta .

Regulasi ini menurut Staehler bisa menekan harga mobil tersebut di pasar domestik

Rencana distributor Jaguar ini terkait juga dengan rencana global perusahaan itu terkait I-Pace. Mobil listrik produk pabrikan Inggris ini baru akan dipasarkan di Eropa dan sejumlah kawasan Asia pada 2018.

I-Pace sendiri mulai diproduksi secara massal pada pertengahan 2017.

Pasar Mobil Listrik

Staehler menyebut kesuksesan program mobil listrik nasional adalah pengurangan pajak yang hingga kini masih tinggi besarannya di Indonesia.

“Salah satu pengaruh untuk pembeli adalah luxury tax, kalau anda tidak dibebani pasti akan menarik, harganya otomatis bisa ditekan, dan marketnya jadi menarik,” ujarnya.

Selain pajak, ia menambahkan, investasi pada industri yang menunjang mobil listrik perlu ditindaklanjuti sehingga program ini akan lebih cepat diterima oleh masyarakat.

“Kalau ini semua sudah siap, kami tentu akan berjalan ke sana,” kata dia.

I-Pace bakal mengandalkan dua motor listrik. Untuk baterai yang digunakan, kapasitasnya sebesar 90 kW yang dapat membawa si penemudi menempuh jarak sejauh 500 km, untuk sekali pengisian. Sementara, tenaga yang dihasilkan adalah 400 hp dengan torsi 700 nm.

Selain Jaguar, beberapa pabrikan lain juga memiliki niat serupa terkait mobil listrik. BMW Group Indonesia, yang sudah lebih dulu memamerkan i3 belum lama ini.

Sedangkan, Nissan Motor Indonesia (NMI) hadir bersama Note e-Power yang memiliki sistem pengerak menyerupai, Nissan Leaf, varian lain dari mobil listrik Nissan.

Sementara, pabrikan lain lebih memilih hybrid ketimbang mobil listrik. Seperti Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) dengan C 350 E dan E 350 E. Untuk Toyota Astra Motor (TAM), pabrikan asal negeri sakura itu mengenalkan C-HR dan Prius.

Kedua pabrikan ini sepakat tidak melulu terpaku kepada mobil listrik, lantaran belum menemukan kepastian akan regulasi hingga infrastruktur.

(Source : CI, DS)

LEAVE A REPLY