Aplikasi Ride-hailing Grab Indonesia telah meluncurkan fitur “Venues” untuk membantu penumpang menavigasi jalan mereka ke titik penjemputan yang telah dirancang dalam kompleks besar, termasuk pusat perbelanjaan, bandara, stasiun kereta api utama dan lokasi wisata utama di Jabodetabek.

Ariek Wibisono, kepala operasi pemetaan di Grab Indonesia, mengatakan kepada wartawan di Jakarta pada hari Selasa bahwa fitur ini ditargetkan untuk pendatang baru, terutama wisatawan, untuk membantu mereka menavigasi senyawa asing di sekitar kota.

Fitur itu, lanjutnya, akan segera dimasukkan langsung ke dalam proses pemesanan perjalanan alih-alih diakses dari widget terpisah.

“Kami akan mulai meluncurkan fitur ini dengan 10 persen dari semua pengguna Grab di Jabodetabek, kemudian menargetkan 100 persen pada akhir bulan ini,” katanya.

Perusahaan itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa fitur tersebut saat ini tersedia di 600 lokasi di Asia Tenggara, setengahnya berlokasi di Jabodetabek, dan berencana untuk memiliki 10.000 lokasi pada akhir tahun.

Nagur Hassan Mohammad, manajer program regional peta di Grab, mengatakan pemetaan dilakukan oleh tim yang terdiri dari 90 operator pemetaan, yang secara manual berkeliling kota mengambil gambar dan menulis petunjuk arah.

Perusahaan memang menggunakan peta pihak ketiga ketika memulai proyek pada awal Januari tetapi menemukan banyak lokasi yang salah diberi label karena sangat bersumber dari kerumunan orang dan dengan demikian, memilih metode yang lebih lambat tapi lebih terkontrol kualitasnya.

“Tantangan terbesar kami sekarang adalah menempatkan posisi pengguna di dalam halaman. Dengan demikian, kami sedang berupaya menggunakan Wi-Fi, bluetooth, dan medan magnet, di antara titik data lainnya, untuk lebih tepatnya menemukan lokasi pengguna, seperti lantai mereka, ”kata Nagur.

Fitur navigasi Grab saat ini belum sempurna dibandingkan dengan peta dalam ruangan 3D yang tersedia di Google Maps dan aplikasi Bandara Changi, namun penyedia naik-naik mengklaim bahwa tes awal pekan lalu mengurangi waktu pertemuan pengemudi-penumpang hingga 30 persen. (JPost)

LEAVE A REPLY