Gipang Kue Khas Banten Yang Mulai Terlupakan

0
354

Makanan ringan yang satu ini konon merupakan salah satu penganan khas Banten yang banyak dijual sebagai oleh-oleh. Rasanya renyah, manis, sedikit lengket karena terbuat dari ketan yang dicampur dengan air gula. Mau mencicipinya?

Jarak Banten dan Jakarta memang tak begitu jauh. Namun tak banyak yang tahu kalau kota kecil ini juga menyimpan sejumlah penganan yang menggoyang lidah. Salah satu makanan ringan khas Banten yang cukup populer baik dinikmati sebagai camilan maupun oleh-oleh adalah kue gipang.

Boleh dibilang bahan-bahan pembuat kue gipang sangat sederhana. Bahan utama untuk membuatnya adalah beras ketan putih atau ketan merah. Setelah dikukus, ketan lalu didinginkan dan dicuci air bersih lalu ketan pun dijemur hingga kering. Nah, kemudian barulah digoreng dan dicampur dengan air gula sehingga teksturnya khas sedikit lengket saat disantap.

Gipang yang sudah jadi lalu dipotong-potong tipis. Jika dulu gipang tidak memiliki variasi rasa, kini gipang dibuat dalam berbagai varian rasa seperti rasa pandan dan gula merah. Ada pula yang dioles dengan selai kacang diatasnya untuk memberikan rasa yang gurih-gurih enak.

Kini gipang bisa dibilang merupakan penganan yang cukup langka, tak banyak lagi penjual penganan ini di luar kota Serang. Bahkan di Banten sendiri gipang hanya dibuat di industri-industri rumahan di kampung-kampung. Padahal makanan ringan ini memiliki potensi yang sangat besar, sebab selain rasanya enak harga gipang pun sangat terjangkau.

Kalau jalan-jalan ke kota Serang, penjual gipang bisa ditemukan di gerbang jalan tol Serang Timur, dan Pasar Lama. Untuk sekantong kue gipang dibanderol dengan harga Rp15.000  – Rp20.000 saja. Sebuah harga yang terbilang murah untuk camilan jadoel renyah manis ini.

Namun, keberadaan makanan ini sudah mulai langka karena seiring banyaknya makanan-makanan modern yang bermunculan dan diminati para pembeli lantaran selain murah, makanannya pun mudah dicari

Tetapi jika ingin menikmati gipang mudah di dapat pada hari Raya Idul Fitri hampir semua rumah di Banten kebanyakan menyediakan kue tersebut. Dengan demikian dapat kiranya kita melestarikan budaya daerah dengan mengenal dan mengenalkan lebih luas lagi jenis makanan khas yang sekarang mulai langka.

source NY

LEAVE A REPLY