Foto Instagram Bisa Ungkap Depresi Seseorang

0
356

Pemilihan warna kerap dikaitkan dengan suasana hati seseorang. Saat dirundung duka, seseorang identik dengan pemilihan warna gelap, begitu pula sebaliknya. Adakah kaitan warna dengan kesehatan mental seseorang?

Pertanyaan inilah yang mengusik Andrew Reece dari Univerity of Harvard dan Chris Danforth dari University of Vermont untuk melakukan penelitian mengenai kemungkinan adanya hubungan antara pemilihan warna dengan kesehatan mental seseorang.

Penelitian yang melibatkan 500 pekerja dari Amazon Mechanical Turk yang secara rutin mengunggah foto ke akun Instagram diketahui adanya kaitan antara tingkat depresi dan pemilihan warna saat mengedit foto.

Para pekerja diberikan pertanyaan standar layaknya yang diajukan oleh klinik mental, termasuk pertanyaan menganai kondisi kesehatan fisik dan mental mereka. Setelah melalui serangkaian pertanyaan, para pekerja diminta untuk mengunggah sebuah foto ke akun Instagram.

Hasilnya sekitar 170 pekerja setuju dan menyebut 70 orang di antara mereka sedang depresi.

Sebelum mulai mendiagnosa, peneliti terlebih dahulu memilih 100 foto terbaru dari 40.000 foto yang diunggah untuk mengukur sejauh mana seseorang merasa depresi.

Setelah mensortir foto, peneliti kemudian mengklasifikasi kondisi kesehatan mental seseorang yang sedang senang dan sedih melalui pemberian skala 0 hingga 5.

Bukan hanya melihat dari pemilihan warna foto, peneliti juga mengevaluasi penggunaan objek seperti saturasi warna, kontras, dan lainnya untuk menunjukkan bagaimana foto tersebut ‘berbicara’. Jumlah orang yang ada dalam foto juga termasuk dalam metode diagnosa kali ini.

Ditambah reaksi yang diberikan pengguna baik berupa komentar, maupun mereka yang menyukai foto yang diunggah.

Dengan menggunakan algoritma khusus, peneliti diketahui dapat menemukan korelasi antara depresi dan foto yang diunggah.

Seperti dilansir MIT Technology Review, hasilnya peneliti mendapati seseorang yang tengah depresi cenderung mengunggah foto dengan nuansa lebih biru, abu-abu, dan warna gelap, serta mendapat ganjaran komentar dan disukai oleh pengguna lebih sedikit dibandingkan mereka yang sehat secara mental.

Hasilnya cukup mencengangkan, algoritma mampu mengidentifikasi dengan benar 70 persen yang ditengarai tengah mengalami depresi dari 100 foto yang dibagikan pengguna Instagram.

“Gagasan ini memungkinkan diagnosa dini bagi psikologi individu, terutama hal-hal yang ditransmisikan melalui penggunaan media sosial melalui metode komputasi,” tulis Reece dan Danforth.

Temuan ini tentu dapat membantu seseorang yang didiagnosa mengalami penyakit mental tahap awal agar bisa dilakukan pencegahan dini.

(Source : CI, DS)

LEAVE A REPLY