Detail Mewah Batik Nusantara dalam Pagelaran Alleira Batik Show

0
224

Javadvipa memiliki makna Pulau Jawa, di mana dipimpin oleh raja dan ratu selama ratusan tahun dan memiliki kekayaan budaya yang kaya. Salah satunya adalah batik.

Tepat pukul 19.30 WIB, bertempat di Segara Ballroom, Dharmawangsa Hotel, Alleira Batik menyuguhkan penampilan memukau yang dikemas dalam 42 koleksi.

Sebagai pembukaan sekaligus sequence pertama, berbagai koleksi yang ditampilkan oleh para tokoh Indonesia ternama, seperti Widyawati dan Rima Melati mengusung tema “Java for Charity.”

Stola dan kemeja batik dengan material sutera ATBM yang mengangkat motif Cirebon, Yogyakarta, dan Lasem ini sepenuhnya didedikasikan untuk Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP).

75770

Sequence 2 menampilkan 10 model wanita dan 4 model pria dalam balutan busana batik khas Cirebon, yang diberi tajuk “Mega Barong”. Berbagai motif pada koleksi busana batik Mega Barong terinspirasi dari Mega Mendung yang memiliki filosofi tinggi dengan bentuk iring-iringan awan.

75770b

Sequence 3 bertajuk “Paksi Ageng” di mana koleksi batik Lasem memadukan budaya penduduk lokal dengan Tionghoa. Motif burung hong atau phoenix, watu pecah, dan sekar jagad ditampilkan dalam gaya khas Alleira Batik.

Kesan mewah dan unik tertuang dalam warna-warna berani seperti merah, biru, putih, hitam, cokelat muda, dan merah maroon. Koleksi kali ini juga dihiasi oleh detail drapery pada beberapa bagian seperti atasan, celana panjang, dan dress longgar. Tidak hanya itu, potongan yang asimetris, high collar, dan permainan warna yang kontras juga menjadi daya tarik dari semua koleksi ini.

4757708

 

Sequence 4 diramaikan oleh 24 wajah anak-anak yang berlenggak lenggok di atas panggung Alleira Batik. Dengan motif Cirebon, Yogyakarta, dan Lasem, Alleira berhasil memikat penonton dengan busana-busana seperti kemeja, blazer, outer-wear, dan dress dalam kids collection.

Kejutan menggemaskan ada pada sequence 5 yang dihiasi dengan penampilan ibu dan anak dalam balutan busana batik sarimbit atau seragam. Perpaduan busana serasi ini nampaknya paling digemari para penonton yang memberikan tepukan meriah.

Sedangkan pada sequence keenam atau terakhir, ditutup dengan rangkaian busana bertema “Caraka Jogja” yang desainnya terinspirasi dari megahnya candi Borobudur.

Permainan motif ular, sayap burung, dan candi Borobudur dipadukan dengan motif parang dan kawung. Tidak hanya itu, aksara hanacaraka pun ditampilkan dalam material hand woven silk, super-silk, dan organza. Keseluruhan penampilan begitu memikat hati para penonton dan pencinta Alleira Batik.

4757708b

(Source : CI, DS)

LEAVE A REPLY