Demi Bisnis Ponsel, Microsoft PHK 1.850 Karyawan

0
193

Microsoft mencoba mengatur strategi baru untuk bisa bersaing di bisnis ponsel pintar. Salah satunya adalah dengan merampingkan jumlah karyawan di bisnis ini.

Demi alasan sebagai bagian dari program merekonstruksi kembali bisnis ponsel perusahaan, Microsoft berencana memecat sekitar 1.350 karyawan di unit kantor yang berlokasi di Finlandia.

Tak berhenti di situ, pemutusan hubungan kerja susulan akan berimbas pada 500 karyawan skala global. Kabarnya semua staf tersebut berada di divisi pengembangan perangkat keras (hardware).

Situs Windows Central mewartakan, Microsoft akan merombak segala kekurangan dengan merogoh kocek sebesar US$950 juta atau sekitar Rp12,9 triliun. Sedangkan US$200 jutanya akan dialokasikan untuk pesangon para karyawan yang terkena PHK.

Microsoft sebetulnya sudah menjalani proses perombakan perusahaan khususnya pada bisnis ponsel sejak 2015, ketika perusahaan mengumumkan telah mengakuisisi Nokia Devices and Services sebesar US$7,6 miliar. Kala itu, Microsoft sudah merumahkan 7.800 pegawai.

Perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates ini menargetkan perombakan tersebut akan rampung pada akhir 2016 ini.

“Kami fokus pada upaya perangkat ponsel yang memiliki perbedaan sendiri yakni dengan menjunjung tinggi keamanan, pengelolaan, dan kemampuan Continuum kami, serta konsumen yang menghargai hal tersebut. Kami akan terus berinovasi lintas perangkat dan layanan cloud lintas platform mobile,” begitu pernyataan sang CEO, Satya Nadella.

Sebelumnya pada kuartal empat 2015, Microsoft menjual 4,5 juta unit ponsel Lumia, turun dari 10,5 juta pada kuartal empat 2014. Microsoft pun memprediksi penurunan penjualan ponselnya masih berlanjut sampai kuartal berikutnya.

Kabar PHK karyawan Micrososft ini sudah mencuat sejak Februari kemarin. Yang jelas, sebagian besar karyawan yang terkena imbasnya adalah staf yang berlokasi di Microsoft Mobile Oy, yakni anak perusahaan Microsoft yang berbasis di Espoo, Finlandia. Nama tersebut digunakan setelah perusahaan membeli lini bisnis ponsel Nokia.

(Source : CI, DS)

LEAVE A REPLY