Biaya Produksi iPhone 7 Terungkap

0
729

Ongkos produksi yang naik merupakan salah satu alasan iPhone 7 dibanderol begitu tinggi ketimbang suksesornya iPhone 6S. Hasil bedah perusahaan riset dan analisis pasar IHS Markit menemukan faktor baterai dan ruang penyimpanan yang lebih besar menjadi penyebab utamanya.

Dari hasil bedah IHS Markit seperti dilaporkan Reuters, diketahui total biaya produksi untuk sebuah iPhone 7 naik menjadi US$224,80 atau setara Rp3 juta. Dengan kata lain, Apple harus merogoh US$36,89 (Rp485 ribu) tambahan dari modal mereka dibandingkan total biaya produksi iPhone 6S setahun silam.

Estimasi biaya yang dikeluarkan Apple untuk bahan baku atau Bill of Material (BOM) dari hasil penelusuran diketahui tidak berbeda jauh dengan rival mereka, Samsung. Hanya saja, Apple masih bisa mereguk untung lebih besar berkat selisih harga jual yang lebih tinggi.

“Hampir semua lini setara, namun Apple masih menghasilkan marjin lebih besar dari perangkatnya ketimbang Samsung. Meskipun biaya material saat ini lebih mahal dari sebelumnya,” ujar Andrew Rassweiler, direktur senior IHS Markit.

Beberapa komponen pembuatan lain iPhone 7 seperti Taptic Engine dan kualitas kamera juga turut menyumbang kenaikan ongkos produksi Apple. Namun lagi-lagi ditekankan Apple tetap meraih untung dengan tingginya harga retail yang mereka patok.

Pada riset kali ini IHS Markit menggunakan iPhone 7 berkapasita 32GB. Di AS, ponsel berukuran 4,7 inci ini dibanderol US$649 atau ‘hanya’ Rp8,5 juta.

Meski terlihat perbedaan harga yang begitu jauh antara ongkos produksi dengan harga yang dipatok Apple kepada konsumen, perlu dicatat bahwa biaya tersebut belum memperhitungkan biaya lain seperti riset dan pengembangan, distribusi, pemasaran, juga pajak.

(Source : CI, DS)

LEAVE A REPLY