Bagaimana Burung Bernavigasi Saat Migrasi Jauh?

0
32

Burung ada yang melakukan migrasi jarak jauh. Bagaimana mereka menentukan arah atau bernavigasi?

Ternyata, menurut penelitian terbaru, seperti dilansir Science Daily, navigasi itu dipengaruhi  oleh indera penciuman burung.

Peneliti dari Oxford, Barcelona, dan Pisa, mendapati bahwa indera penciuman burung adalah faktor kunci dalam bernavigasi di penerbangan jarak jauh, khususnya saat melintasi samudera.

Riset ini diterbitkan di jurnal Scientific Reports.

Pemimpin studi itu, Oliver Padget, seorang kandidat doktor di Departemen Zoologi Universitas Oxford berkata bahwa bernavigasi di samudera adalah tantangan paling ekstrem bagi burung.

Padget dan timnya melakukan eksperimen dan mengikuti pergerakan dan perilaku 32 ekor burung shearwaters di lepas pantai Menorca. Burung-burung ini dibagi ke dalam tiga grup. Satu dibikin tak bisa mencium dengan bantuan seng sulfat, grup kedua membawa magnet kecil, dan grup ketiga adalah kelompok yang dikontrol.

Dengan GPS mini, pergerakan burung itu juga dilacak.

Semua burung melakukan perjalanan mencari makan seperti biasa, bertambah berat badan karena berhasil mencari makan, dan kembali bertukar masa inkubasi dengan pasangannya. Dengan demikian, menghilangkan indera penciuman burung tampaknya tidak mengganggu motivasi untuk kembali ke rumah atau kemampuannya untuk mencari makan secara efektif.

Tapi, burung yang kehilangan penciuman menunjukkan perilaku yang berbeda terhadap orientasi atau arah pulang. Saat berada di atas lautan, orientasi arah pulang mereka kacau. Orientasinya membaik saat mereka sudah mendekati daratan. Artinya, saat tidak melihat daratan, burung akan mengandalkan penciuman. Tapi begitu mendekati daratan, mereka akan mengikuti lansekap yang familiar baginya.

(Source : CI, DS)

LEAVE A REPLY