Tak Disadari, Fosil ‘Naga Laut’ Selama ini Berada di Museum

0
39

Sebuah fosil ikan purba berusia 200 juta tahun berhasil ditemukan. Menariknya, keberadaan fosil ikan yang dijuluki ‘naga laut’ ini justru ditemukan di museum purbakala.

Sven Sachs adalah peneliti yang bertanggung jawab atas penemuan fosil ini. Berdasarkan laporan National Geographic dari IBTimes.co.uk, Sachs tak sengaja bersinggungan dengan fosil tersebut di sebuah museum di Hannover, Jerman.

Awalnya Sachs ingin meneliti fosil di museum yang punya kemiripan dengan monster legendaris, Loch Ness. Seiring waktu, Sachs yang ditemani oleh paleontolog Dean Lomax menyimpulkan bahwa fosil itu berasal dari genus Ichthyosaurus yang hidup di periode Jurassic.

Ketidaksengajaan tersebut justru menghasilkan temuan penting. Alasannya, naga laut ini diperkirakan sebagai predator terpenting di masanya dan bahkan diyakini sebagai pemangsa dinosaurus.

“Spesimen ini memberikan pengetahuan baru tentang ukuran spesies, juga merekam sampel ketiga Ichthyosaurus yang mengandung embrio. Itu istimewa,” ucap Lomax.

Para paleontolog memperkirakan naga laut ini punya panjang 3 meter sampai 3,5 meter. Menurut Sachs, panjang tersebut relatif jauh lebih besar ketimbang spesies dari Ichthyosaurus lain yang pernah ditemui. “Saya sadar spesimen ini cukup besar,” ucap Sachs.

Fosil yang ditemukan oleh Sachs ini adalah seekor betina. Dalam penelitiannya, diketahui bahwa naga laut ini mengandung embrio.

Dibanding fosil Ichthyosaurus lain, fosil yang ditemukan Sachs ini lebih berharga, karena selain mengandung embrio, fosil ini punya catatan temuan yang baik.

“Banyak contoh fosil Ichthyosaurus berasal dari koleksi bersejarah dan kebanyakan tak punya rekaman geografi atau geologi yang baik, tapi spesimen ini memiliki semuanya,” tutur Sachs.

Dengan data yang lebih lengkap itu, paleontolog dapat menentukan usia fosil Ichthyosaurus lain yang tak memiliki informasi apa pun.

Fosil naga laut tersebut sebenarnya sudah ditemukan sejak pertengahan dekade 1990-an. Akibat salah penamaan, keberadaan fosil ini terabaikan hingga akhirnya disadari oleh Sachs.

(Source : CI, DS)

LEAVE A REPLY